Topik Diskusi : Jodoh
Dari : Semua orang
Tanggal : 16 Januari 2009
Resume : Bobby Prasetyo

Ketika topik diskusi kedua kami tiba-tiba dialihkan dari rencana semula yang hendak memilih topik mengenai kebijakan-kebijakan Presiden Sby tiba-tiba menjadi topik perjodohan [karena kendala otak kami yang mungkin kurang qualified dalam membicarakan politik], kami justru mulai menemukan kenyataan bahwa banyak hal yang tidak dapat kami sepakati secara bulat seperti pada diskusi minggu pertama.
Menarik sekali ketika menemukan beberapa teman yang belum sempat bergabung di minggu pertama, tiba-tiba hadir ditengah-tengah kami dan meramaikan pertemuan minggu ini. Yang pertama kali terlintas dipikiran saya mengenai konsep jodoh sederhananya adalah sebuah takdir yang menyatukan dua manusia, bagaikan asam digunung garam dilaut bertemu dalam belanga, perjodohan ditentukan oleh Tuhan dan tidak bisa diceraikan oleh siapapun juga, kira-kira begitu definisi yang saya persiapkan dari rumah siang itu, namun selayaknya sebuah diskusi, maka konsep saya tentu saja harus dicampur dengan banyak pikiran dari teman-teman yang saling sahut menyahut, berikut beberapa quote yang sempat saya pahami dan rekam dengan media buku dan bolpoint pinjaman siang itu (minta kalee _hafid).

Rina : Kata Alquran, manusia diciptakan berpasangan
Ratih : Konsep jodoh ada tapi tidak sesederhana satu untuk satu
Yosa : Manusia diciptakan untuk berpasangan, bukan berarti mereka dijodohkan
Mona : Buat saya, jodoh itu sebetulnya bagaimana mempertahankan suatu hubungan
Wawan : Jodoh konsepnya lebih global, dalam bentuk pertemanan, permusuhan, dan lain- lain
Cyka : Jodoh tidak ada hubunganya dengan pernikahan
Ratih : Bisa jadi konsepsi jodoh sebenarnya tidak eksis
Wawan : Jodoh kan konsepnya global, jadi dia adalah sesuatu yang besinggungan dengan hidup kita termasuk didalamnya pasangan hidup, didalamnya ada aksi dan reaksi contohnya cari sekolah, pacar, teman, dan lain-lain semua masuk konsep jodoh juga.
Cyka : mulanya ada keajaiban yang berasal dari Tuhan dulu berupa sebuah rasa `klik` dihati, setelah itu manusia juga wajib bereaksi
Hafid : Konsep jodoh tergantung subjeknya, jangan samakan perjodohan benda-benda mati dengan benda hidup apalagi manusia, karena bicara jodoh pasti bicara hati
Wawan : Pasangan hidup itu cuma salah satu bentuk jodoh
Cyka : Untuk mendapatkan jodoh prosesnya butuh intervensi 2 pihak, Tuhan dan manusianya sendiri
Hafid :Tuhan tidak akan merubah manusia sebelum manusia merubah dirinya sendiri, dalam konsep apapun dalam kehidupan, manusialah yang mencari jalan hidup & keberuntunganya sendiri… konsepsi “jodoh sebelum lahir” justru tidak terlalu penting, yang penting adalah bagaimana kita memperjuangkan dan mempertahankannya.

Kesimpulan yang cukup membuat kami belajar siang itu adalah bahwa ketika membicarakan topic yang erat kaitannya dengan wilayah hati dan cinta beberapa dari kami tidak bisa hanya berpijak pada logika, [karena ada terlalu banyak mistery didalamnya], juga karena pikiran-pikiran kami sangat subyektf dari pengalaman kami secara personal. Untungnya kami cukup sadar bahwa kami tidak harus sepakat ketika kami berdiskusi. Diakhir diskusi saya baru menyadari bahwa ternyata saya sendiri malah belum mengeluarkan quote apapun di siang itu, hingga diskusi ditutup.